Tampilkan postingan dengan label health fact. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label health fact. Tampilkan semua postingan

90 % penyakit dipicu dari makanan

07.57 Add Comment



Tahukah Anda bahwa hampir 90 persen penyakit yang diderita oleh manusia ada hubungannya dengan makanan yang dikonsumsinya. Makanan menjadi pemicu penyakit-penyakit seram seperti diabetes atau jantung.

Memang ada penyakit yang diakibatkan genetik atau kelainan organ tapi itu jumlahnya tidak banyak. Sedangkan 90% penyakit dipicu oleh makanan mulai dari kekurangan gizi makanan atau makan secara berlebih yang semuanya berhubungan dengan pola makan yang tidak benar. Tapi banyak orang tidak peduli dan sering terdengar ungkapan, "Ini enggak sehat, itu enggak sehat terus makan apa?". Anda mungkin sudah tahu makanan berkolesterol tinggi, terlalu manis, alkohol tentu tidak baik, meski kalau hanya sesekali mencoba dalam dosis wajar tentu saja masih bisa ditolerasi.




Tapi yang menjadi masalah, kadang orang sudah tahu makanan itu tidak bermanfaat tapi tetap saja menuruti nafsunya. Maka jangan pernah merasa bosan jika ada yang mengingatkan agar pola makan Anda diperbaiki. Makanan akan terhubung dengan kesehatan saluran pencernaan yang sangat menentukan kualitas kesehatan orang tersebut.

Sistem pencernaan manusia dimulai dari mulut lalu melewati esofagus, masuk ke lambung diteruskan ke usus besar, usus 12 jari, usus kecil dan berakhir pada anus. Maka perjalanan dari makanan yang dikonsumsi oleh seseorang sangat panjang untuk diolah.

Dr. Epistel P Simatupang, SpPD dalam acara Seminar Umum 'Waspadai Saluran Cerna Anda & Hepatitis' di Siloam Hospital Kebun Jeruk, Jakarta, 29 Agustus 2009 mengatakan masalah yang paling sering terjadi pada saluran pencernaan seseorang adalah peradangan esofagus, tukak lambung, peradangan usus 12 jari dan fungsionalis dispepsia yaitu adanya keluhan namun jika diperiksa secara endoskopi tidak ada luka pda saluran cernanya.

Dr Epistel juga menambahkan bahwa saat orang makan sebaiknya jangan minum terlalu banyak. Hal ini bisa mengencerkan enzim pencernaan yang membuat enzim tersebut tidak bekerja secara optimal dalam membantu proses pencernaan. Selain itu jangan makan terlalu banyak karena bisa membuat lambung memproduksi asam lambung yang berlebih.

"Usus besar manusia berfungsi untuk penyerapan air sedangkan hampir 90 persen penyerapan makanan terjadi di usus kecil. Dan sebaiknya orang mengonsumsi buah dalam bentuk padat karena bisa membantu otot wajah bekerja sehingga bentuk wajah seseorang masih bisa tetap bagus," ujar dokter yang mengambil program spesialis di Manila ini.

Dr Epistel memberikan beberapa tips agar bisa menjaga sistem pencernaan seseorang tetap baik, yaitu:
1. Perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran, sehingga membuat otot lambung dan usus menjadi kuat.
2. Makanlah makanan yang mengandung antioksidan tinggi.
3. Hindari makanan yang melalui proses dalam pembuatannya seperti makanan instan.
4. Minumlah air putih 8 gelas sehari.
5. Hindari atau kurangi makanan yang mengandung gula tinggi (manis), lemak dan minyak.
6. Olahragalah secara teratur.
7. Pengendalian diri yang baik dari kebiasaan-kebiasaan buruk.

Jadi, jika ingin mendapatkan tubuh yang sehat dan terhindar dari penyakit, maka rawatlah saluran pencernaan Anda dengan memasukkan makanan yang berguna buat tubuh

Sumber : detik health

Daftar obat yang tidak boleh dikonsumsi bayi

07.52 1 Comment





Bayi dan balita memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap obat-obatan dibandingkan remaja. Jika memberikan dosis atau waktu pemberian obat yang salah, bisa-bisa obat tersebut tidak efektif atau bahkan berbahaya bagi bayi.

Memberikan obat pada bayi harus sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Ada beberapa obat yang tidak bisa diberikan pada bayi terutama yang berusia di bawah 6 bulan, karena memiliki efek samping yang berbahaya bagi bayi.

Beberapa obat yang tidak dianjurkan untuk bayi biasanya karena bisa menghambat kerja sistem tubuh, atau tubuh bayi belum bisa menoleransi obat tersebut. Sehingga bukan kesembuhan yang didapat tapi bisa jadi menimbulkan penyakit yang lain akibat efek sampingnya.




Berikut ini adalah beberapa obat yang harus diperhatikan anjuran penggunaannya dan usia sang bayi seperti dikutip dari Babycenter, Senin (31/8/2009):

1. Paracetamol. Obat ini tidak dianjurkan untuk bayi berusia di bawah 3 bulan, penggunaan obat ini sebaiknya berdasarkan resep dan setelah berdiskusi dengan dokter atau setelah bayi mendapatkan vaksinasi pertama kali. Parasetamol bisa menghambat beberapa enzim yang berbeda di dalam otak dan ikatan tulang belakang yang terlibat dalam perpindahan rasa sakit. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa penggunaan parasetamol pada bayi bisa meningkatkan risiko asma 5 tahun mendatang sebesar 46 persen.

2. Ibuprofen. Obat ini sebaiknya digunakan untuk bayi berusia 6 bulan ke atas, karena obat ini bisa menghambat produksi beberapa zat kimia di dalam tubuh yang bisa meningkatkan respons cedera, sakit atau menyebabkan peradangan. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa ibuprofen memang lebih bagus untuk mengatasi demam atau menurunkan suhu tinggi pada anak-anak di atas usia 6 bulan. Obat ini tidak bisa digunakan untuk bayi yang menderita asma sejak lahir atau turunan.

3. Aspirin. Jangan pernah memberikan anak obat yang mengandung aspirin, karena bisa menyebakan Reye's syndrome (sindrom yang bisa mengubah zat-zat kimia dalam darah sehingga merusak fungsi beberapa organ terutama hati dan otak) yang pada kasus tertentu bisa mengakibatkan kematian. Aspirin kadang ditulis sebagai salisilat atau asam asetilsalisilat.

4. Obat anti-mual. Jangan memberikan obat ini tanpa rekomendasi dari dokter, karena obat ini memiliki risiko komplikasi. Rata-rata anak-anak bisa mengatasi rasa mual tanpa harus mengonsumsi obat-obatan. Jika sudah mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter.

5. Obat batuk dan flu yang dijual bebas. American Academy of Pediatrics (AAP) melarang penggunaan obat batuk dan flu yang dijual bebas untuk anak usia sebelum sekolah, karena bisa berbahaya. Efek yang ditimbulkan adalah tidak bisa tidur, sakit perut bagian atas dan jantung yang berdebar-debar. Setiap tahun 7.000 anak-anak di bawah usia 11 tahun masuk rumah sakit karena mengonsumsi obat batuk dan flu yang berlebihan.

6. Obat orang dewasa. Memberikan anak-anak obat orang dewasa dengan dosis yang dikurangi sangat berbahaya. Jika obat tersebut memberi tanda tidak untuk anak-anak, maka jangan pernah mencoba untuk diberikan ke anak-anak.

7. Asetaminofen yang berlebihan. Beberapa obat mengandung asetaminofen untuk mengurangi demam dan sakit, tapi berhati-hati dalam penggunaannya. Harus sesuai dengan resep dokter atau apoteker setempat.

8. Obat herbal yang mengandung ephedra atau ephendrine. Jangan pernah memberikan anak-anak obat ini, karena berhubungan dengan tekanan darah tinggi, detak jantung yang tidak teratur, serangan jantung dan stroke. Berikanlah pengobatan alternatif lain yang lebih aman dan alami.

9. Tablet kunyah. Jangan memberikan anak berusia di bawah 2 tahun obat ini, umumnya anak berusia 2 sampai 4 tahun yang sudah mengerti cara minum obat ini. Jika orang tua berpikir anaknya belum terlalu mengerti, maka hancurkan obat dan letakkan di sendok yang diberi sedikit air. Dosis yang diberikan harus sesuai.

Jika bayi Anda mengalami demam, maka cobalah mengikuti beberapa langkah berikut ini:
1. Pastikan bayi menggunakan pakaian yang nyaman terutama yang berbahan dasar katun, sehingga bisa menyerap keringat.
2. Jaga suhu di kamarnya tetap nyaman, jangan terlalu dingin atau panas.
3. Berikan minum yang cukup, bisa berupa ASI atau susu formula. Untuk bayi yang sudah boleh mendapatkan makanan pendamping ASI cobalah berikan jus buah atau sup.
4. Kompres bayi dengan menggunakan air hangat dan segera ganti jika handuknya sudah kering.

Lebih telitilah dalam memberikan obat pada anak Anda, karena jika dosisnya berlebih atau obat tersebut tidak boleh diberikan untuk anak-anak maka bisa berakibat fatal

Sumber : detik health

Dibalik kesegaran Cincau

07.49 Add Comment



Meski bentuknya tak menarik, minuman yang satu ini rasanya sangat segar untuk dijadikan pelepas dahaga. Apalagi harganya cukup murah dan mudah didapatkan membuat cincau jadi favorit hampir setiap orang. Namun tahukah Anda bahwa cincau menyimpan khasiat bagi tubuh?

Saat ini kita mengenal dua jenis cincau di pasaran yaitu cincau hitam dan cincau hijau. Konon awalnya tanaman cincau berasal dari Asia, kemudian menyebar ke India, Birma, Indocina, Philipina, hingga akhirnya sampai ke Indonesia. Meskipun sama-sama cincau, namun keduanya berbeda dalam hal warna, rasa, tekstur, bahan baku, dan cara pembuatan.




Cincau hijau terbuat dari daun cincau yaitu Cylea Barbata Myers. Dimana daun yang digunakan untuk membuat cincau hijau ini haruslah yang tipis dan lemas sehingga lebih mudah diremas untuk dijadikan gelatine. Sedangkan cincau hitam berasal dari tumbuhan Mesona Palustris atau Janggelan. Daun dan batang tumbuhan tersebut menghasilkan gelatin hijau kehitaman yang membuat cincau menjadi berwarna hitam.

Minuman cincau paling banyak digemari saat cuaca panas karena rasanya yang adem dan segar. Misalnya saja cincau hitam selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari es campur atau es buah. Begitu pula dengan cincau hijau ketika disajikan dengan air gula atau sirop dan serutan es, hmm... dijamin sudah menjadi minuman yang cukup menggiurkan.

Meskipun memang minim dalam soal nutrisi, tetapi mengingat dalam proses pembuatannya ditambahkan mineral dan pati, cincau hitam mengandung sejumlah mineral dan karbohidrat yang cukup lumayan. Cincau juga baik dikonsumsi bagi orang yang sedang menjalani diet karena rendah kalori dan mengandung serat. Cincau juga dipercaya bisa meredakan panas dalam, sembelit, perut kembung, demam dan diare.

Kini populernya cincau membuat munculnya isu seputar cincau bedak di pasaran. Yang dimaksud dengan cincau bedak adalah pembuatan cincau yang memakai air mentah dan bahan-bahan kimia pembuat bedak. Oleh karena itu buat para penggemar cincau harus waspada dan pintar-pintar memilih.

Ciri khas cincau hitam yang asli alami adalah teksturnya lebih kenyal dibanding cincau bedak yang bertekstur padat. Cincau asli tidak akan berair jika didiamkan hingga esok hari begitu juga sebaliknya. Sedangkan cincau hijau asli adalah cincau yang masih memiliki bau daun dan bentuknya lembek dan jika didiamkan lama maka akan menjadi cairan kembali. Nah, selamat berbuka dengan es cincau!


Kebutuhan air selama berpuasa

07.54 Add Comment



Badan lesu selama puasa salah satunya karena kurangnya cairan di dalam tubuh. Meski berpuasa tidak berarti kebutuhan cairan 2 liter diabaikan. Tetap penuhi kebutuhan cairan dengan konsumsi air putih yang sama seperti tidak puasa.

Semua pasti tahu bahwa minum yang ideal setiap hari adalah 2 liter atau setara dengan 8-10 gelas minum normal (isi 200-250 cc). Hal ini penting karena otak dan otot masing-masing terkomposisi 75% dari air. Bahkan tulang pun mengandung setidaknya 20% air.

Namun kadang kebutuhan minum sehari-hari ini sering dikalahkan oleh ketidaknyamanan kalau harus ke toilet berkali kali sementara pakaian kerja adalah celana panjang atau memakai stocking. Belum lagi kebersihan toilet umum juga sering membuat tidak nyaman, sehingga yang dilakukan adalah menahan untuk tidak buang air kecil dan mengurangi minum.

Ramadan adalah kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan kurang minum ini dengan mencukupkan air sejak buka sampai sahur. Penuhi kebutuhan cairan tersebut secara bertahap dari periode buka sampai sahur karena kalau dilakukan sekaligus tentu akan jadi kembung.

"Saran saya adalah menyiasati dengan kembali melakukan ibadah Ramadan semendasar mungkin. Bukankah dianjurkan berbuka puasa dengan yang manis yaitu kurma atau buah lalu minum air?" kata Dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV, DTM&H, MCTM, MHA, SpJP,

Modifikasi buah ini bisa dengan buah yang diblender atau di juice, tanpa air dan gula disamping tetap minum air putih. Selain cairan dengan mutu bagus, vitamin, mineral, elektrolit dan ion akan ikut disana, serta karbohidrat dengan mutu prima.

Bagaimana cara minum air putih 2 liter per hari selama ramadan?

Dr Kasim memberikan kiat minum air putih yakni ketika buka puasa sehabis makan yang manis seperti kurma dan buah, kemudian sesudah salat Magrib, lalu sambil menunggu waktu Isya dan tarawih, kemudian diantara doa dan zikir yang dikerjakan tiap malam lalu ketika sahur.

"Lakukan hal yang sama, sehingga waktu tarawih pun perut tidak penuh, duduk saat salat juga tidak begah, bisa menghindari tahak saat salat yang pada kehidupan sehari-haripun tidak sesuai etika pergaulan, apalagi salat adalah menghadap Allah," katanya .

Dengan minum air putih yang cukup ancaman dehidrasi selama puasa juga bisa dihindari. Kurang mengonsumsi air akan membuat tubuh mengambil air dari komponen yang lebih dekat yaitu darah. Karena kandungan air dalam darahnya diambil maka darah akan menjadi kental, sehingga distribusi darah ke seluruh tubuh akan terganggu.

Kondisi inilah yang sangat berpengaruh bagi ginjal, karena ginjal akan susah untuk menyaring racun dalam darah yang kental. Makanya banyak orang yang terkena gangguan ginjal jika kurang minum air putih.

Air putih memiliki banyak sekali manfaat, jika dikonsumsi secara tepat dalam arti tidak kurang dan juga tidak berlebihan. Manfaat air putih yang sudah jamak adalah menghilangkan dahaga, mencegah dehidrasi, dan menggantikan cairan dalam tubuh yang hilang lewat keringat, urine atau saat kita bernafas.

Jumlah air yang menurun dalam tubuh, akan membuat fungsi organ-organ tubuh kita juga akan menurun, dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, dan virus. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh

Sumber : detik health

Nata de Coco si kenyal manis yang kaya serat

07.52 Add Comment



Siapa yang tak kenal nata de coco? Makanan yang terbuat dari air kelapa ini warnanya bening mirip jelly dengan tekstur kenyal yang enak. Di bulan puasa nata de coco merupakan salah satu makanan yang paling dicari karena bisa dijadikan minuman segar yang pas untuk berbuka!

Sebenarnya apa itu nata de coco? Nata de coco sebenarnya terbuat dari bahan dan peralatan yang sederhana yaitu air kelapa yang difermentasikan dengan bantuan bakteri Acetobacter Xylinum. Bakteri tersebut dapat membentuk nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen. Pembentukan nata de coco hanya bisa berlangsung di suhu yang ruangan yang hangat, ruangan dengan suhu yang berubah dapat membuat nata de coco gagal mengeras.

Konon nata de coco pertama kali dibuat di Philipina dan nama 'nata de coco' diambil dari bahasa Spanyol yang berarti 'krim kelapa'. Sebenarnya tak harus menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum, penggunaan ampas nenas juga bisa dijadikan alternatif dalam pembuatan nata de coco ini. Di Indonesia nata de coco awalnya mulai diperkenalkan ke masyarakat sekitar tahun 1975.

Kini nata de coco banyak dijual di supermarket dalam berbagai berbagai merk dan kemasan seperti botol atau plastik. Nata de coco biasanya dijual dalam rendaman air gula yang bertujuan untuk mengawetkan nata de coco agar tahan lama. Buat yang ingin rasanya tak terlalu manis air gula ini dibuang saat akan dimakan. Nata de coco yang kualitasnya baik adalah yang warnanya putih bening.

Nata de coco paling banyak digunakan sebagai campuran membuat es karena rasanya yang kenyal manis seperti jelly. Bahkan nata de coco juga dijual dengan aneka rasa seperti mangga, leci, strawberry, pandan, dll. Ada pula sudah dicampur biji selasih dan sirop hingga tinggal dinikmati dengan campuran es batu.

Meskipun rendah dalam soal asupan gizi, tetapi nata de coco memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Hal ini membuatnya seringkali dikonsumsi oleh mereka yang sedang berdiet. Selain sebagai campuran es buah, nata de coco juga enak dicampurkan dalam kolak, puding, es krim, koktail buah, manisan, atau dimakan begitu saja. Mau?

Sumber : detik food